#3 Dingin

Kurasa sangat jarang dapat menikmati kesendirian ini, beberapa kali mencoba menikmati embun malam yang hanya menghasilkan kedinginan, kamu kini hanya menjadi bunga mimpi dan membuatku ingin selalu tertidur pulas. Kita pernah tertawa ditempat yang sama ternyata aku benar-benar merindukanmu "kunang-kunang tahu kapan iya harus terbang dan mengeluarkan cahayanya" kenapa kamu tak bisa pulang kepada kita setelah kuundang dengan sedemikian kata rayu, ampun dan maaf. Tidak perlu cepat berlari, jika hanya ingin menghindari. Luka selalu saja terasa pilu,  tapi tak dapat memaksa untuk cepat berlalu. Aku semakin rindu, aku mencoba merabamu yang sangat dingin sekejap kemudian lalu membeku dan saat ini tak bisa kululuhkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#2 Resah

#1 Lemah dan Patah

#5 Rujuk